Rabu, 24 April 2013

Laporan Biologi > Persilangan





LEMBAR PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Biogenesis”  disusun oleh:
Nama                           : Andi Marwah Bakri
Nim                             : 60300112100
Kelas/Kelompok         : D/IV (empat)
Jurusan                        : Biologi
Telah diperiksa dengan teliti oleh asisten/koordinator Asisten yang dinyatakan diterima.
Makassar,14 November 2012

Koordinator Asisten                                                                    Asisten

(Zulkarnain S.Si)                                                                 (Indrawaty Sahaba)

Mengetahui
Dosen penanggung jawab

(AR. Syarief Hidayat, S.Si., M.Kes)



BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar pertanyaan “darimanakah asal kehidupan itu”?. Pertanyaan ini sering kita dengar atau sering kali muncul. Para ilmuanpun hingga saat ini belum dapat menjawab asal usul kehidupan di muka bumi. Tetapi beberapa ilmuan telah mengemukakan teori tentang asal kehidupan, tetapi belum dapat memberikan jawaban yang tepat. Beberapa teori yang mengungkapkan asal-usul kehidupan adalah teori biogenesis, teori abiogenesis, teori evolusi kimia dan teori evolusi biologis. Oleh karena itu untuk menambah pengetahuan melalui percobaan ini kita berusaha untuk mencari jawaban atau mengkaji secara mendalam mengenai hal ini.
Daging yang di simpan dalam botol selai di tempatkan pada tempat yang terbuka, kemudian melakukan pengamatan selama satu mingga dan mengamati setiap hari. Dalam percobaan ini kita akan mengetahui asal-usul kehidupan dengan menggunakan daging dan kaldu ayam, kita juga membuktikan teori dari percobaan biogenesis.[1]

B.  Tujuan
Adapun tujuan dalam percobaan ini adalah ingin mengetahui asal usul kehidupan melalui suatu rangkaian percobaan sederhana yang meliputi:
1.    Percobaan Fransisco Redi
2.    Percobaan Lazaro Spalanzani
3.    Percobaan Louis Pasteur

C.  Manfaat
Adapun manfaat dalam percobaan ini adalah agar kita mengetahui apakah teori tentang asal usul kehidupan sesuai dengan percobaan yang telah dilakukan sehingga kita dapat mengetahui asal usul kehidupan.












BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Teori asal usul kehidupan dapat dibagi menjadi dua teori yaitu teori biogenesis dan teori abiogenesis. Teori abiogenesis (Generation spontanea) adalah teori yang mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang timbul secara spontan. Sedangkan teori biogenesis adalah teori yang mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hiduplainnya.
Menurut Robert (2006) adapun para pendukung teori abiogenesis yaitu:
a.    Aristoteles
Berpendapat bahwa meskipun ada ikan yang bertelur dan telur ikan atau hasil perkawinan induk ikan itu bila menetas akan menjadi ikn yang sama dengan induk.
b.    Anthoni Van Leuwenhoek
Berdasarkan hasil penemuannya pada air rendaman jerami yang diamati dengan mikroskop dan ditemukan bintik-bintik berasal dari air dan menyimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati.[2]



c.    John Needham
Dia seorang ahli pengetahuan yang melakukan penelitian merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit, kemudian ditutup dengan baik, ternyata dalam beberapa hari ditemukan adanya kaldu yang berisi bakteri.
Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang-orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan. Orang-orang yang tidak puas terhadap pandangan Abiogenesis itu antara lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799), dan Lazzaro Spallanzani ( Italia, 1729-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895). Berdasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis/generation spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
1.    Percobaan Francesco Redi (1626-1697)
Untuk menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi menggunakan bahan tiga karet daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut:[3]
a.    Toples I  :  diisi dengan sekerat daging, ditutup rapat-rapat.
b.    Toples II: diisi dengan sekerat daging, dan dibiarkan tetap  terbuka.
c.    Toples III: diisi dengan sekerat daging, dibiarkan tetap terbuka.


Selanjutnya ke tiga toples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga toples tersebut diamati. Dan hasilnya sebagai berikut:
a.    Toples I: daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik/ larva atau belatung lalat.
b.    Toples II: daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Francesco Redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung yang terdapat dalam dagong busuk di toples dua dan tiga bukan terbentuk dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat tersebut hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi apabila melihat keadaanpada toples II yang tertutup kain      kasa.[4] Pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak belatung, tetapi pada dagingnya yang membusuk belatung relative sedikit.
2.    Percobaan Lazzaro Spalanzani (1729-1799)
Seperti halnya Francesco Redi, Spallanzani menyaksikan kebenaran paham abiogenesis. Oleh karena itu, dia mengadakan pecobaan yang pada prinsipnya sama dengan percobaan Francesco Redi, tetapi langkah percobaan Spallanzani lebih sempurna. Sebagai bahan percobaannya, Spallanzani menggunakan air kaldu atau rebusan daging dan dua buah labu. Berdasarkan hasil tersebut, Lazzaro Spallanzanimenyimpulkan bahwa mikroba yang ada di dalamkaldu tersebutbukan berasal dari air kaldu(benda mati) tetapi berasal dari kehidupan di udara. Jadi adanya pembusukan karena telah rejadi kontaminasi mikroa dari udara ke dalam air kaldu tersebut.
Pendukung paham abiogenesis menyatakan keberatan terhadap hasil eksperimenLazzaro Spallanzani tersebut. Menurut mereka untuk terbentuknya mikroba (makhluk hidup) dalam air kaldu diperlukan udara. Dengan pengaruh udara tesebut terjadilah generation spontanea.[5]
3.    Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)
Dalam menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaa Lazzaro Spallanzani. Dalam percobaannya, Pasteur menggunakan bahan air kaldu dengan alt labu. Melalui pemanasan terhadap perangkat percobaannya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkn, maka air pada pipa akan mengembun dan menutuplubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan di udara untuk masuk ke dalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada air labu tadi.[6]
Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasanair kaldu. Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai ke permukaan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme.[7] Ketika labu dikembalikan ke posisi semula (tegak), mikroorganismetadi ikut terbawa masuk, sehingga setelah labu dibiarkan beberapa waktu air kaldu menjadi keruh, karena adanya pembusukan oleh mikroorganisme tersebut.
Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham abiogenesis atau generation spontanea, yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadisecara spontan.
Berdasarkan hasil percobaan Redi, Spallanzani, dan Pasteur tersebut, maka tumbanglah paham Abiogenesis, dan munculah paham/teori baru tentang asal usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis. Teori itu menyatakan:
a.    Omne vivum ex ovo : setiapmakhluk hidup berasal dari  telur
b.    Omne vivum ex vivo : setiap telur berasal dari makhluk hidup
c.    Omne vivum ex vivo : setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya[8]
Walaupun Louis Pasteur dengan oercobaannya telah berhasil menumbangkan paham Abiogenesisatau generation spontanea dan sekaligus mengukuhkan paham Biogenesis, belum berrti bahwa masalah bagaimana terbentuknya makhluk hidup yang pertama kali terjawab. Disamping itu teori Abiogenesis dan Biogenesis, masih ada lagi beberapa teori tentang asaal usul kehidupan yang dikembangan oleh beberapa ilmuan, diantaranya adalah sebagai berikut:[9]
a.    Teori kreasikhas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (Ghaib) pada saatyang istimewa.
b.    Teori kosmozoa, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada diplanet ini berasal dari mana saja.
c.    Teori Evolusi Kimia, yang menyatakan bahwa kehidupan di duniaini muncul berdasarkan hukum fisika kimia.[10]

Allah berfirman dalam surah Al-mu’minuun 12-14:

ôs)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 7's#»n=ß `ÏiB &ûüÏÛ ÇÊËÈ   §NèO çm»oYù=yèy_ ZpxÿôÜçR Îû 9#ts% &ûüÅ3¨B ÇÊÌÈ   ¢OèO $uZø)n=yz spxÿôÜZ9$# Zps)n=tæ $uZø)n=ysù sps)n=yèø9$# ZptóôÒãB $uZø)n=ysù sptóôÒßJø9$# $VJ»sàÏã $tRöq|¡s3sù zO»sàÏèø9$# $VJøtm: ¢OèO çm»tRù't±Sr& $¸)ù=yz tyz#uä 4 x8u$t7tFsù ª!$# ß`|¡ômr& tûüÉ)Î=»sƒø:$# ÇÊÍÈ  

Terjemahan:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh. Kemudian air maniitu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”.

Manusia berawal dari air mani menjadi segumpal daging kemudian darah  dan terbentuk tulang yang terbungkus oleh daging. Sehingga tidak ada yang menandingi kesempurnaan manusia.

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.  Waktu dan Tempat
Hari/tanggal                :  Rabu/ 14 November 2012
Pukul                           : 08.00
Tempat                        : Laboratorium Zoologi Lantai 2
                                      Fakultas Sains dan Teknologi
                                      Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                      Samata-Gowa
B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu;
a.       Perangkat percobaan Francesco Redi
·      Botol selei dengan penutupnya
·      Kain kasa
·      Karet
b.      Perangkat percobaan Lazzaro Spallanzani
·      Tabung reaksi
·      Sumbat gabus
·      Bunsen
c.       Perangkat percobaan Louis Pasteur
·         Tabung reaksi
·         Pipa kapiler dengan diameter 0,5 cm (dibuat sebagai model leher angsa)
·         Sumbat gabus
2.      Bahan
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu:air, daging sapi segar,bumbu kaldu,korek/lilin
C.  Cara Kerja
Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut:
a.    Percobaan Francesco Redi
·      Mengisi tiga tabung (botol selai) dengan sekerat daging segar
·      Mengisi tabung satu dengan tanpa menutup
·      Mengisi tabung dua dengan daging lalu menutup dengan kain kasa
·      Mengisi tabung tiga dengan daging lalu menutup rapat
·      Mengamati tabung tersebut setiap hari selama satu minggu
·      Mengamati apa yang terjadi
b.    Percobaan LazzaroSpallanzani
·      Menyiapkan empat buah tabung reaksi yang bersih dan steril dan masing-masing mengisi air kaldu ayam atau sapi
·      Mengisi tabung satu 10 ml air kaldu lalu menutup tanpa memanaskan
·      Mengisi tabung dua 10 ml air kaldu lalu memanaskan tanpa menutup
·      Mengisi tabung tiga 10 mlair kaldu menutup dan mensterilkan (memanaskan)
·      Mengisi tabung empat 10 ml air kaldu tanpa menutup dan memanaskan
·      Mengamati setiap tabung setiap hari selama seminggu, apa yang terjadi?
c.    Percobaan Louis Pasteur
·      Menyiapkan tabung reaksi atau labu yang kemudian mengisi dengan 10 ml air kaldu lalu menutup dan menghubungkan dengan pipa berbentuk leher angsaa daan memanaskan sampai steril.
·      Membiarkan tabung/labu tersebut selama tiga hari pengamatan, apa yang terjadi (melihat warna kaldu)
·      Memiringkan tabung/labu sehingga iir kaldu menyentuh pipa leher angsa
·      Mengamati perubahan yang terjadi satu hari setelah memiringkan tabung/labu, mengapa demikian?


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


A.  Hasil Pengamatan
1.      Francesco Redi
Hari /tanggal
Botol
I
II
II
Rabu
14/11/2012
Warna daging masih segar, tidak berledir, tidak ada belatung, tidak ada larva
Warna daging masih segar, tidak berbau, tidak berlendir, tidak redapat belatung dan larva
Warna daging segar, tidak berbau, tidak berlendir, tidak terdapat belatung dan larva
Kamis
15/11/2012
Daging masih segar, belum berbau, belum berlendir tidak ada belatung dan larva
Daging masih segar, tidak berbau, tidak berlendir, tdak ada belatung dan larva
Dading terlihat segar,tidak berbau, tidak berlendir, tidak terdapat belatung dan larva
Jumat
16/11/2012
Warna daging mulai kecoklatan, berbau, belum berlendir, tidak terdapat belatung, belum ada larva
Warna pada daging kecoklatan, tidak berbau, tidak brlendir, tidak terdapat belatung dan larva
Warna pada daging kecoklatan, berbau, berlendir, tidak terdapat belatung dan larva
Sabtu
17/11/2012
Daging berwarna cokelat tua, berbau, tidak berlendir, terdapat belatung dan larva
Warna pada daging cokelat tua,berbau, tidak berlendir, tidak terdapat belatung, terdapat larva
Warna pada daging  cokelat muda, berbau, berlendir, tidak terdapat belatung dan larva
Ahad
18/11/2012
Daging berwarna cokelat tua, berbau, tidak brlendir, terdapat belatung, nampak larva
Warna daging cokelat tua, berbau, tidak berlendir, terdapat belatung dan larva
Warna daging cokelat muda,berbau, berlendir, tidak terdapat belatung dan larva
Senin
19/11/2012
Warna daging hitam, berbau, tidak berlendir, terdapat banyak belatung dan larva
Warna pada dagonga terlihat cokrlat tua, berbau, tidak berlendir, terdapat belatung dan larva
Warna daging kekuning-kuningan, berbau, berlendir, tidak terdapat belatung dan larva
Selasa
20/11/2012
Daging berwarna hitam,brbau, tidak berlendir, terdapat banyak belatung dan nampak larva
Daging berwarna cokelat tua, berbau, tidak berlendir, terdapat belatung dan larva
Warna daging kuning, berbau,tidak terdapat lemak belatung, tidak trdapat larva dan berlendir

2.      Lazzaro Spllanzani
Hari
Perubahan
Tabung
I
II
III
IV
Rabu
14/11/2012
Warna
Endapan
Bau
Organisme
Jernih
Tidak ada
Tidak
Tidak ada
Keruh
Tidak ada
Tidak
Tidak ada

Keruh
Tidak ada
Tidak
Tidak ada
Keruh
Tidak ada
Tidak
Tidak ada
Kamis
15/11/2012
Warna
Endapan
Bau
Organisme
Jernih
Tidak
Tidak
Tidak ada
Keruh
Tidak
Tidak
Tidak ada
Keruh
Tidak
Tidak
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Tidak
Tidak ada

Jumad
16/11/2012
Warna
Endapan
Bau
Organisme
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Ada
Sabtu
17/11/2012
Warna
Endapan
Bau
Organisme
Keruh
Mengendap
Berbau
Ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Ada
Ahad
18/11/2012
Warna
Endapan
Bau
Organisme
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
 Tidak ada

Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada

Keruh
Mengendap
Berbau
Ada

Senin
19/11/2012
Warna
Endapan
Bau
Organisme
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Ada
Selasa
20/11/2012
Warna
Endapan
Bau
Organisme
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Mengendap
Berbau
Tidak ada
Keruh
Tidak
Berbau
Tidak ada

Keruh
Mengendap
Berbau
Ada

3.      Louis Pasteur
No.
Hari/tanggal
Tabung berleher angsa
1.
Rabu 14/11/2012
Air kaldu masih jernih,tidak berbau, tidak terdapat organisme dan tidak terjadi pengendapan.
2.
Kamis 15/11/2012
Warna kaldu masih keruh, tidak berbau, tidak terdapat organisme dan tidak terjadi pengendapan
3.
Jumad 16/11/2012
Warna kaldu kuning, tidak berbau, tidak terdapat organisme dan tidak terjadi pengendapan.
4.
Sabtu 17/11/2012
Air kaldu berwarna kuning, tidak berbau, tidak terdapat organisme dan tidak terjadi pengendapan.
5.
Ahad 18/11/2012
Air kaldu berwarna keruh, berbau, tidak terdapat organisme dan tidak terjadi pengendapan.
6.
Senin 19/11/2012
Air kaldu berwarna keruh, berbau, tidak terdapat organisme dan tidak terjadi penggendapan.
7.
Selasa 20/11/2012
Air kaldu berwarna keruh, berbau, terdapat organisme dan terjadi pengendapan.

B.  Pembahasan
1.    Franscesco Redi
Pada hari pertama ketiga tabung yang berisi sekerat daging dengan kondisi yang berbeda-beda. Yaitu pada tabung pertama tidak ditutup warnanya merah, tidak berbau dan tidak ada larva. Pada tabung kedua berwarna merah segar, tidak berbau dan tidak ada larva. Pada tabung ketiga berwarna merah hati, tidak berbau dan tidak ada larva.
Pada hari kedua tabung pertma berwarana merah, berbau dan ada larva. Pada tabung kedua  berwarna merah  hati, berbau dan tidak larva. Pada tabung ketiga berwarna merah hati, tidak berbau dan tidak ada larva.
Pada hari ketiga tabung pertama berwarna merah kecokelatan, berbau dan ada larva. Pada tabung kedua berwarna merah kecokelatan, bau menyengat dan ada larva. Pada tabung ketiga berwarna merah tua, tidak berbau dan tidak ada larva
Pada hari keempat tabung pertama berwarna merah serta berjamur, berbau dan ada larva. Pada tabung kedua berwarna merah kecokelatan, bau menyengat dan terdapat larva. Pada tabung ketiga berwarna merah tua, tidak berbau dan terdapat larva.
Pada hari kelima tabung pertama berwarna cokelat kering, berbau dan ada larva. Pada tabung kedua berwarna cokelat kering, sangat berbau dan terdapt larva. Pada tabung ketiga berwarna merah tua, tidak berbau dan terdapat larva.
Pada hari keenam tabung pertama berwarna cokelat kering, berbau dan terdapat larva. Pada tabung kedua berwarna cokelat kering, sangat berbau dan terdapat larva. Pada tabung ketiga berwarna kehitaman, tidak berbau dan terdapat ulat.
Pada hari ketujuh tabung pertama berwarna cokelatkering, berbau dan terdapat banyak larva. Pada tabung kedua  berwarana cokelat kering, sangat berbau dan terdapat larva. Pada tabung ketiga berwarna kehitaman, tidak berbau dan terdapat larva besar.
2.    Lazzaro Spallanzani
Pada hari pertama keempat tabung yang berisi air kaldu dengan kondisi yang berbeda. Yaitu pada tabung pertama ditutup tanpa dipanaskan warnanya keruh, tidak ada endapan dan tidak berbau. Pada tabung kedua dibuka dan dipanaskan warnanya keruh, tidak ada endapan dan berbau. Pada tabung ketiga ditutup dan dipanaskan warnanya keruh, tidak ada endapan dan tidak berbau. Pada tabung keempat tidak ditutup tetapi dipanaskan warnanya keruh, tidak terdapat endapan dan tidak berbau.
Pada hari kedua tabung pertama sampai tabung keempat warnanya keruh, terdapat endapan dan tidak berbau. Pada hari ketiga tabumg pertama sampai tabung keempat warnaya keruh dan terdapat endapan. Tabung pertama berbau sedangkan tabng kedua sampai keempat tidak berbau.
Pada hari keempat tabung pertama sampai keempat warnanya keruh dan terdapat endapan. Pada tabung pertama dan kedua berbau sedangkan tabung ketiga dan keempat tidak berbau. Pada hari kelima tabung pertama sampai keempat warnanya keruh dan terdapat endapan. Pada tabung pertama dan ketiga tidak berbau sedankan tabung kedua dan keempat berbau.

3.    Louis Pasteur
Pada hari pertama pada tabung berleher angsa terdapat warna keruh,berbau dan tidak ada endapan. Pada hari kedua warnanya keruh terdapat endapan, tidak berbau. Pada hari ketiga warnanya keruh, berendapan, berbau dan terdapat jamur. Pada hari keempat sampai hari ketujuh warnanya keruh, berendapan, berbau dan terdapat jamur. Hal yang menyebabkan terdapatnya belatung pada daging dikarenakan telur lalat hinggap pada daging dan menyebabkan ada ulat.
Yang menyebabkan terjadinya dan terdapatnya mikroba yang ada dalam kalbu bukan berasal dari kaldu (benda mati), tetapi berasal dari adanya kontaminasi dari udara secara langsung sehingga air kaldu membusuk dan berbau. Hal yang menyebabkan adanya ulat atau belatung disebabkan karena adanya lalat yang hinggap pada tabung yaang ditutup dengan kain kasa dengan kontak langsunsg dengan udara luar. Danpada air kaldu yang berbentuk leher angsa air kaldunyatetap jernih sebabkan karena tidak adanya kontak langsung dengan udara.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu:
1.      Franscesco Redi berpendapat bahwa kehidupan bukan berasal dari kehidupan yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur pada karetan daging.
2.      Lazzaro Spallanzani berpendapat bahwa asal usul kehidupan itu pada percobaan yang dilakukannya dengan memanaskan dua tabung kalbu dengan keadaan berbeda yaitu tabung terbuka dan tabung tertutup, Ternyata dalam tabung yang terbuka terdapat organisme.
3.      Louis Pasteur berpendapat bahwa labu diisi dengan kalbu kemudian disterilkan dengan dipanaskan dan didinginkan selama beberapa hari ternyata tiak diteukan adanya mikroorganisme

B.  Saran
Adapun saran yang saya sampaikan yaitu untuk mendapatkan hasil percobaana yang baik atau jelas harus teliti dan berhati-hati agar mendapatkan hasil yang memuaskan.


DAFTAR PUSTAKA

Amin. (1995). Biologi umum. Jakarta: Balai pustaka.
Anonim. (2010). Biogenesis. Wikipedia.
Keton. (1990). Biologi Sience. Library of Dangees.
Nurmawati. (1994). Biologi Umum. Makassar: Yusdianto.
Sujianto. (2006). biologi. Jakarta.
.
.


[1]Amin, Biologi Umum (Balai Pustaka:Jakarta,1195), h.5.
[2]Amien. Biologi Umum (Balai Pustaka:Jakarta,1995),h.7
[3]Ibid.,
[4]Ibid.,h.8
  [5]Nurmawati. Biologi Umum (Yusdianto:Makassar,1994),h.234.
[6]Anonim, Wikipedia.Biogenesis (2010). 20/11/2012.
[7]Sujianto, Biologi (Jakarta: 2006),h.266.
 [8]Ibid.,
[9]Keton, Biologi science, (Librari Of Danges in Publikation,1990),h.123.
[10]Ibid.,

1 komentar: